Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

15 Pertanyaan Sebelum Menikah, Tanyakan ke Calon Suami

Assalamualaikum wr wb

Kali ini Kak Ros akan sharing tentang 15 pertanyaan sebelum menikah yang wajib kamu tanyakan kepada pasangan. Pastikan kamu menanyakan ke-15 pertanyaan ini demi kebaikan dirimu dan kebahagiaan rumah tanggamu.

Tanyakan 15 Pertanyaan Ini Kepada Calon Suami Sebelum Menikah

Lalu, apa sajakah pertanyaan sebelum menikah yang harus kamu tanyakan terlebih dahulu kepada calon suamimu? Langsung saja simak baik-baik ya!

15 pertanyaan sebelum menikah

1. Apakah Mimpi-Mimpimu Sudah Lunas?

Apakah mimpi atau keinginan calon suami sudah lunas? Tidak harus seluruh mimpi hingga mimpi yang besar, melainkan mimpi atau keinginan yang harus terwujud sebelum menikah, apakah sudah tertunai semua? Kalau ada yang belum tuntas, bagaimana solusinya?

2. Siapa yang Mengelola Keuangan?

Coba tanyakan: siapa yang mengelola keuangan rumah tangga? Apakah seluruh gaji suami diberikan istri untuk dikelola? Atau apakah istri hanya diberi uang belanja lalu lainnya dikelola oleh suami? Atau mungkin keuangan dikelola bersama? Kalau dikelola bersama, bagaimana caranya?

3. Apakah Istri Boleh Bekerja?

Apakah istri boleh bekerja? Kalau boleh, bagaimana kesepakatannya? Apabila penghasilan suami sudah mencukupi, apakah istri boleh tetap bekerja untuk mengaktualisasikan diri?

4. Apakah Suatu Hari Kita Akan Berhutang?

Bagaimana pendapat calon suami tentang hutang? Kalau boleh, produk apa saja yang boleh dibeli dengan cara berhutang?? Apakah akan ada kartu kredit? Apabila tidak menghendaki berhutang, apakah sanggup menabung untuk membelinya secara tunai?

5. Siapa yang Akan Melakukan Pekerjaan Rumah Tangga?

Bagaimana pembagian tugas pekerjaan rumah tangga? Apakah suami juga turut serta membantu pekerjaan rumah tangga? Kalau iya, calon suami siap membantu di bagian apa? Atau apakah akan punya Asisten Rumah Tangga (ART)?

6. Kapan Punya Anak?

Memang ini adalah rahasia Ilahi, tapi merencanakan dan memperkirakan itu boleh. Coba tanyakan: kapan ingin punya anak? Mengapa ingin punya anak cepat atau mengapa ingin punya anak nanti? Kalau ingin punya anak lebih dari 1, kira-kira mau diberi jarak berapa tahun?

7. Bagaimana Kalau Nggak Punya Anak?

Coba tanyakan juga: bagaimana kalau nggak punya anak? Apakah mau sama-sama cek kondisi masing-masing ke dokter kandungan? Apabila dinyatakan nggak bisa punya anak oleh dokter kandungan, apa langkah selanjutnya? 

Apa adopsi anak atau program bayi tabung atau santai saja? Atau mungkin tidak masalah bila tidak punya anak? Apabila kandungan istri tidak memungkinkan punya anak, lalu apakah suami akan menikah lagi atau tetap setia?

8. Siapa yang Akan Mengurus Anak?

Siapa yang akan mengurus anak nanti ketika masih kecil-kecil? Apabila istri dan suami sama-sama bekerja, apakah anak akan dititipkan ke orang tua atau mertua? Apakah akan punya baby sitter? Atau dititipkan ke day care? Ataukah salah satu mengalah dari pekerjaan untuk mengurus si kecil?

9. Apakah Mau Membantu Mengurus Anak?

Umumnya anak akan diurus oleh ibu, namun apakah suami mau membantu istri untuk mengurus bayi? Kalau iya, mau membantu di bagian apa? Apakah bersedia ganti popok bayi, mencuci baju, menyuapi, memandikan, mengajak makan? 

10. Bagaimana Konsep Mendidik Anak Nanti?

Konsep mendidik anak ini lebih erat kaitannya dengan pendidikan. Apakah anak akan masuk di sekolah negeri atau swasta? Apakah anak akan masuk ke sekolah yang full day school atau mungkin mau dimasukkan ke pondok pesantren atau bahkan sekolah alam?

11. Akan Tinggal di Mana Setelah Menikah?

Setelah menikah, akan tinggal di mana? Apakah tinggal bersama orang tua atau mertua? Ataukah mau ngontrak rumah dulu? Atau mungkin mau cari rumah KPR? Selanjutnya kamu bisa membahas risiko-risikonya ya!

12. Bagaimana Mengatasi LDR Setelah Menikah?

LDR (Long Distance Relationship) biasanya disebabkan oleh beberapa alasan, misalkan pekerjaan, atau keluarga. Lalu, apa yang dilakukan bila ada keadaan yang memaksa LDR? Apakah salah satu harus ikut supaya tetap tinggal bersama di kota yang sama? Ataukah rela LDR demi ketahanan hidup anggota keluarga?

13. Seberapa Sering Mengunjungi Orang Tua dan Mertua?

Coba tanyakan: kapan sebaiknya mengunjungi orang tua atau mertua? Apabila jarak rumah orang tua atau mertua, bagaimana solusinya? Apabila jarak rumah orang tua atau mertua cukup jauh, bagaimana dengan lebaran? 

Apakah lebaran bergantian di rumah orang tua, lalu tahun depannya di rumah mertua? Atau mungkin berlebaran di rumah yang jauh karena lama tidak bertemu?

14. Apakah Boleh Memberi Bantuan Keuangan Untuk Keluarga?

Setiap keluarga, pasti memiliki masalahnya masing-masing, biasanya erat dengan keuangan. Apabila kamu termasuk dalam generasi sandwich, coba tanyakan apakah boleh memberi bantuan keuangan untuk keluarga? Apakah kamu dan calon suami akan memberi uang bulanan kepada orang tua atau mertua? Bolehkah membantu biaya pendidikan untuk adik?

15. Apakah punya riwayat keluarga dengan KDRT?

Ini salah satu hal penting yang wajib kamu tanyakan, yakni tentang KDRT. Coba tanyakan riwayat KDRT kepada calon suamimu. Apakah kamu pernah mengalami KDRT? Kalau iya, kapan, di mana, dilakukan oleh siapa, lalu apa yang kamu rasakan, dan apa tindakanmu saat itu?

Kesimpulan

Itulah 15 pertanyaan sebelum menikah yang harus kamu tanyakan dulu ke suami. Kayaknya lebih enak ya kalau Kak Ros bikinkan juga pertanyaan sebelum menikah yang harus ditanyakan kepada istri?

Oh ya, untuk kamu yang belum puas dengan 15 pertanyaan ini, teman-teman juga bisa simak catatan dari Mbak Rohmah si sohib blogger aku yang juga membahas 40 pertanyaan sebelum menikah yang wajib didiskusikan dengan pasangan. Mungkin bisa saling melengkapi dan kamu punya stok pertanyaan untuk ditanyakan ke pasangan.

Semoga artikel ini dapat membantu!

Wassalamualaikum wr wb

Rhoshandhayani KT
Rhoshandhayani KT Rhoshandhayani, seorang lifestyle blogger yang semangat bercerita tentang keluarga, relationship, travel and kuliner~

Posting Komentar untuk "15 Pertanyaan Sebelum Menikah, Tanyakan ke Calon Suami"