Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Caraku Menjaga Keluarga Besar dari Modus Penipuan Online Saat Lebaran

Assalamualaikum wr wb

Lebaran tahun ini cukup spesial bagi saya. Akhirnya, setelah 2 tahun lebaran di rumah aja, kami sekeluarga bisa puas berjalan-jalan ke rumah sanak saudara. Oh tentu saja, kami mengusahakan untuk tetap menjalankan protokol kesehatan.

Cerita Keluarga yang Terkena Modus Penipuan Online

Ketika bertemu sanak saudara, pasti ada aja topik pembicaraan yang hangat diperbincangkan. Bukan lagi tentang covid-19, vaksin, dan kemacetan. Justru yang sedang riuh kami bicarakan adalah modus penipuan online. Ternyata, ada banyak kerabat yang mengalami kejadian modus penipuan online. 

Cerita Pertama

Cerita diawali oleh kakak sepupu yang membicarakan tentang dirinya yang hampir saja tertipu customer. Beliau adalah pedagang baju yang baru saja merintis usaha di dunia maya. Tentu ada banyak cerita nano-nano yang dirasakan oleh pemilik online shop. 

Salah satunya adalah drama struk palsu. Ternyata masih banyak pembeli yang memberikan struk palsu seakan-akan sudah membayar. Untungnya beliau jeli dan selalu cek rekening melalui aplikasi mobile banking. 

Cerita Kedua

Dari satu orang yang berbicara, lalu bermunculan pengakuan dari kerabat lain yang juga mengalami penipuan online. Mulai dari Pakde yang ditelpon orang tak dikenal yang tiba-tiba memberitahukan bahwa Pakde memenangkan undian THR.

Awalnya, Pakde senang karena dapat THR mendadak. Saat ditanya balik asal THR-nya dari mana, katanya THR-nya hasil menang undian dari salah satu bank. Untungnya Pakde cukup cerdas kala itu, karena Pakde tidak menjadi nasabah di bank tersebut. Lalu si penelpon berbicara dengan terbata-bata, tentu saja Pakde langsung curiga kemudian langsung menutup telepon.

Cerita Ketiga

Pengalaman penipuan online yang paling parah dialami oleh suami saya sendiri. Iya, suami ingin beli kamera yang harganya sekitar 10 juta. Saat cari-cari di Instagram, ada yang jual dengan harga murah yakni 5 juta. Sudah tahu kan arahnya ke mana? 

Iya, suami transfer uang 5 juta ke nomor rekening tersebut. Lalu si pemilik online shop di Instagram tersebut tak bisa dihubungi sama sekali. Sudah lapor ke polisi, ya masuknya hanya berupa laporan. Bisa diusut namun disertai dengan bukti lain dan harus mengumpulkan orang-orang yang tertipu oleh Instagram tersebut. Susah, bukan?

Yang mengherankan: kok ya bisa-bisanya, suami saya tertipu oleh online shop di Instagram. Padahal suami saya ini orang yang bekerja di media loh. Pembelaannya sih, isi postingan di instagramnya sangat meyakinkan dan ada bukti transfer, pembelian, serta barangnya. Haduuuh, kok ya mudah percaya.

Kisah penipuan yang dialami oleh suami saya membuat geger sanak saudara. Bagaimana tidak, uang 5 juta lenyap begitu saja. Dari sinilah sanak saudara mulai aware dan berhati-hati dengan modus penipuan online.

Mengedukasi Sanak Saudara Tentang Modus Penipuan Online

Dikarenakan sanak saudara sudah tertegun atas kisah-kisah modus penipuan online, barulah saya masuk ke dalam pembicaraan. Saya yang cukup paham soal ini, pelan-pelan mengedukasi kerabat tentang cara supaya terhindar dari modus penipuan online.

Saya sharing kepada saudara-saudara tentang cara-cara yang harus dilakukan ketika mencium bau penipuan online. Hasil sharing tersebut saya tuliskan di sini juga ya, supaya teman-teman juga tahu bagaimana menghadapi modus penipuan online. Simak baik-baik ya!

  1. Kalau ada telpon dari nomor tak dikenal, mulai waspada. Aktifkan sensitifitas radar pendengaran untuk mengidentifikasi suara penelpon.
  2. Saat disapa oleh penelpon, langsung tanyakan dirinya siapa dan berasal dari mana. Kalau memang tidak dikenal, langsung tutup telponnya. Sebab, bila telpon itu memang penting, maka si penelpon akan telpon balik, atau setidaknya akan mengirim pesan lewat wa.
  3. Waspada nomor palsu yang ngaku-ngaku perbankan. Nomor telpon Halo BCA hanya 1500888. Bila ada nomor telpon dengan awalan 021 dan ngaku-ngaku dari perbankan, jangan percaya. Pasti itu penipuan. Jadi kamu harus waspada nomor palsu Halo BCA.
  4. Kalau si penelpon justru tanya nama Anda, maka curigalah. Orang penting dan jujur pasti menginformasikan nama dirinya terlebih dahulu.
  5. Kalau sudah mulai curiga, coba panggil orang di sekitar Anda untuk bersama-sama memastikan bahwa si penelpon adalah orang dengan modus penipuan online.

Saya juga mewanti-wanti kepada sanak saudara untuk menjaga dokumen pribadi dan data pribadi. Saya menegaskan bahwa jaga data pribadimu (nomor kartu ATM, PIN, OTP, dll). Tak hanya kartu ATM, jangan sampai saudara-saudara memposting foto KTP ke facebook. Kalau ada orang jahat yang melihat foto KTP tersebut, wuah bisa-bisa KTP tersebut didaftarkan ke pinjaman online. 

Kesimpulan

Lebaran dan mudik adalah waktu yang menggiurkan bagi para penipu untuk melancarkan aksinya. Karena pada momen-momen ini, banyak orang yang sibuk mengurus lebaran sehingga fokus pikirannya akan terpecah. Maka tak mengherankan bila banyak orang yang mengalami modus penipuan online kala menjelang lebaran hingga mudik.

Jadi ada baiknya kita lebih waspada bila mendapatkan telpon dari nomor tak dikenal. Apabila ada orang-orang yang ngaku dari Halo BCA, coba cek deh di Google untuk tahu nomor aslinya. Nomor asli dari Halo BCA adalah 1500888. Nomornya spesial. Jadi alangkah lebih baik untuk #CariTahuBiarAman

Sekali lagi saya katakan: Awas modus penipuan online! Semoga teman-teman terhindar dari perbuatan jahat dan selalu berada dalam lindungan kebaikan. Aamiin.

Wassalamualaikum wr wb

Rhoshandhayani KT
Rhoshandhayani KT Rhoshandhayani, seorang lifestyle blogger yang semangat bercerita tentang keluarga, relationship, travel and kuliner~

Posting Komentar untuk "Caraku Menjaga Keluarga Besar dari Modus Penipuan Online Saat Lebaran"